Tampilkan postingan dengan label bayu nendy wijaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bayu nendy wijaya. Tampilkan semua postingan

DAYA TARIK WISATA PENTINGSARI

CV
Nama                  :  Sutiono
Umur                   : 43
Bahasa               : Indonesia, Jawa
Alamat                 :  Desa penting sari, umbulharjo cangkringan Sleman

Nama                  : Juminah
Umur                   : 36
Bahasa               : Indonesia, Jawa
Alamat                 : Desa penting sari, umbulharjo cangkringan Sleman


DESA WISATA PENTING SARI
Dusun Pentingsari berbentuk seperti semenanjung dimana sebelah barat terdapat lembah yang sangat curam yaitu kali Kuning dan sebelah selatan terdapat lebah yang berupak Goa Ledok / Ponteng dan Gondoran sebelah timur terdapat lembah yang curam yaitu Kali Pawon dan sebelah utara merupakan dataran yang dapat berhubungan langsung dengan tanah di sekeliling kelurahan Umbulharjo sampai ke atas gunung Merapi. Dusun Pentingsari terdiri dari dua dusun yaitu Bonorejo dan Pentingsari..

desa peting sari mempunyai nama yang keren ialah dewi peri karena dengan nama ini desa tersebut lebih gampang disebut dan juga gampang di kenal.

Desa penting sari dengan desa-desa lainnya di sekitaran merapi hampir sama tetapi desa penting sari memiliki ciri khas yang berbeda dengan desa lainnya karena desa penting sari memiliki organisasi yang baik dan berjalan lancar dengan sisitem tersebut desa penting sari menjadi menjadi desa wisata yang yang baik untuk dikunjungi juga di desa penting sari juga sudah mendapat penghargaan oleh komite pariwisata  UNWTO dunia sebagai desa wisata yang baik dan juga dari dinas-dinas yang terkait di indonesia dan luar negeri.


Di  desa pentingsari para wisatawan juga  bisa menginap dengan menyewa homestay yang sudah di siapkan oleh pengurus di desa wisata penting sari disana kta bisa merasakan bagaimana tinggal di rumah bergaya jawa dengan keramahtamahan warga sekitarnya dengan menyambut para tamu yang telah datang untuk berkunjung.
Homestay juga  standar yang bersih dan nyaman, kita juga kalau ingin memesan makanan dengan mengkuti masakan yang biasa di masak tuan rumah kita harus memesannya dan juga kalau ingin di masakan oleh ibu-ibu pkk kita juga bisa mengkorsinasikan dengan para ibu-ibu pkk
Para ibu-ibu pkk di desa pentingsari pun juga membuat makanan tradisional dan berbagai macam lainna seperti susu kambing jamur, crispy, ubi ungu goreng, kopi robusta dan lainnya



Di desa wisata penting sari banyak memiliki kesenian-kesenian yang menarik diantaranya


kesenian jathilan atau juga disebut kuda lumping zaman dahulu kesenian jathilan ini sebagai alat untuk berlatih perang pada zaman pangeran DiPonegoro tetapi saat ini jathilan di lakukan hanya untuk menampilkan tarian tradisional biasanya jathilan tersebut di mainkkan oleh para wanita  dan juga kesenian jathlan diiringi oleh musik gamelan jawa yang biasa dimainkan oleh parah kaum prianya.


Di desa pentingsari kita juga diajarkan cara bermain gamelan ang baik dari awal sampai kita bisa bermain dengan baik.

Selain itu kita juga diajarkan menari tarian daerah khas jawa yang memiliki ciri khas yang gemulai biasanya yang menari kaum wanita tetapi kaum pria juga banyak yang mencoba untuk ikut latihan menari.


Ada juga kita diajarkan membatik yang membutuhkan ketelitian dan memilki jiwa seni yang baik agar hasilnya bagus dan sempurna, kita juga tau alat-alat yang dibutuhkan membatik itu apa saja.


Ada juga kita diajarkan membatik yang membutuhkan ketelitian dan memilki jiwa seni yang baik agar hasilnya bagus dan sempurna, kita juga tau alat-alat yang dibutuhkan membatik itu apa saja.
Kita juga disana bisa melakukan kegiatan mengelilingi desa dan sekitarnya, di desa penting sari memiliki alam yang indah dan sejuk untuk kita jelajahi disana kita juga bisa menikmatinsejuknya alam pedesaan yang asri  selama kita mengelilingi desa tersebut kita tidak bosan karena meresa sanat nyam yang ada di desa tersebut,kita disana bisa melihat makam tertua yang ada di desa tersebut ada juga pancuran sendang sari mitosnya kalau kita membasuh muka kita dengan pancuran air tersebut kita bisa awet muda dan membuhkan penyakit dan juga ada cerita di sendang sari itu  sekitarnya sebagai tempat bertemunya Dewi Nawang Wulan dan Joko Tarup
 Selama tracking kita juga mengelilingi kali kuning yang menjadi aliran lahar dingin yang berasal dari gung merapi disana banyak para penambang mengambil batuan dan juga pasir yang akan mereka jual disana terdapat pasir no 1 dan sekitaran kali kuning ada pertemuan aliran kali dengan kali pawon





FOLKLORE BUKAN LISAN



FOLKLORE BUKAN LISAN

Tulisan ini menginformasikan tentang folklore bukan lisan masyarakat Baduy atau yang dikenal juga sebagai Urang Kanekes. Data dari tulisan ini diambil berdasarkan penelitian baik dengan cara pengamatan, dan dengan cara bertanya kepada orang baduy itu sendiri, sehingga informasi yang di dapat merupakan informasi hasil observasi langsung di sekitar baduy luar.

Mata pencaharian utama orang baduy adalah bertani. Namun cara bertani orang baduy tidak menanam padi sawah, melainkan padi huma. Pertanian huma pada suku baduy dimulai mengikuti seruan adat, dalam hal ini adalah puun. Apabila puun mengatakan sudah waktunya yang tepat uuntuk memulai kegiatan bertani, maka seluruh masyarakat akan mulai mempersiapkan lahan bertani mereka.
Proses penanaman padi huma pada masyarakat baduy dimulai dengan sebutan Nyacar. Nyacar adalah kegiatan memotong semua tanaman dan rerumputan serta pepohonan dengan menggunakan sebilah sabit dengan maksud membabat habis semua tanaman yang kiranya dapat mengganggu tumbuhnya tanaman padi huma. Selanjutnya ada kegiatan yang disebut nutuhan . adalah kegiatan memotong dahan-dahan pepohonan yang dapat menghambat masuknya sinar matahari sebagai komponen fotosintesis dari proses penyinaran matahari bagi tanaman utama atau tanaman penyela seperti cabe, kunyit, kencur dll. Selanjutnya adalah ngaduruk . kegiatan membakar ranting dahan dan daun kemudian hasil pembakarannya dijadikan sebagai penyubur tanah atau sebagai pupuk. Selanjutnya kegiatan nyasap. Kegiatan membersihkan rerumputan yang akan mengambil humus tanah sehingga menggambil jatah mineral yang harusnya dapat membantu kesuburan tanaman huma warga. Ngaseuk adalah kegiatan melubangi tanah dengan sebatang kayu sebesar kepalan tangan sebagai tempat untuk menaruh bibit/biji padi huma. Selanjutnya ada kegiatan  ngored yakni membersihkan rerumputan setelah masa tanam 2 atau 3 minggu karena rumput akan mengganggu proses pertumbuhan padi dengan mengambil mineral yang dibutuhkan padi. Setelah tanaman berusia sekitar 7 bulan, dilakukanlah proses panen dengan mengunakan alat yang disebut etem. Setelah padi di panen, dilakukan proses ngalantai/nyalantai  dimana proses menjemur padi dengan sebatang kayu atau bamboo yang diberi atap sebagai penghalan ketika hujan. Proses ini dilakukan selama 3 minggu sebelum padi dimasukan kedalam leuit.
Leut adalah tempat penyimpanan pada atau lumbung padi masyarakat baduy. Padi yang disimpan di leuit bahkan dapat bertahan hingga 100 tahun berdasarkan informasi yang penulis dapatkan dari narasumber orang baduy dalam bernama Kang Harja, asalkan padinya itu tidak terkena basah.
Setelah masa panen, lahan bekasi tanaman padi tidak begitu saja langsung ditinggalkan, ada tanaman penyela seperti cabe, kunyit, jahe dan lain-lain sebagai penghasilan tambahan selain dari bertanam padi huma.
Tidak seperti tanaman padi sawah yang akan di bajak berulang-ulang setelah panen, pola ngahuma pasa masyarakat baduy menjadikan lahan bekas tanaman padi huma dibiarkan kembali tumbuh seperti hutan, mengembalikan sari-sari yang ada di dalam tanah, dan masyarakat baduy akan mencari lahan baru untuk kegiatan tanam selanjutnya.
Setelah masa panen dan sebelum masa tanam kembali, masyarakat baduy menyelenggarakan upacara KAWALU, yakni upacar sebagai wujud rasa syukur atas panen yang telah berhasil dan berharap agar masa tanam yang selanjutnya aka lebih baik lagi. KAWALU biasa dilakukan 3 bulan, dan pada masa saat upacara KAWALU sedang berlangsung, orang asing yang bukan orang baduy dilarang untuk masuk ke daerah baduy dalam
Apabila orang baduy ingin menggunakan hasil panennya, baik untuk kebutuhan acara bersama atau keperluann lainnya, padi yang ada akan ditumbuk dengan alat yang bernama Lesung/Lisung yang ada disetiap kampung di baduy, baik baduy luar maupun baduy dalam yang berada di dalam sebuah gazebo atau tempat sepertisaung yang berukuran besar. Uniknya, Lesung ini terbuat dari pohon yang terdapat di hutan baduy.
Selain itu, aren adalah kegiatan yang terkenal di baduy selain huma. Banyak orang baduy yang menjadi petani aren dan menjadikannya sebagai penghasilan tambahan karena gula aren yang hasilkan dapat dijual dan bisa menghasilkan uang untuk membeli lauk sederhana seperti ikan asin dan lainnya.
Di baduy tidak mengenal isyarat seperti kentongan atau alat bunyi-bunyian sebagai symbol atau pertanda ada sesuatu hal penting. Misalkan ketika ada orang baduy yang meninggal, kabar tersebut akan otomatis tersebar tanpa mesti adanya isyarat dan setiap warga baduy akan bergotong-royong untuk membantu tanpa perlu dilakukan permintaan atau perintah sebelumnya.
ARSITEKTUR RUMAH BADUY
Pada umumnya rumah Suku Baduy sama rata bentuk rumah panggung  dan bangunannya dan bersifat fleksibel, konsep rancangannya mengikuti kontur lahan, tiang penyangga masing-masing bangunan memiliki ketinggian berbeda-beda. Kebanyakan bangunan rumah tinggal suku Baduy menghadap ke utara-selatan dan saling berhadapan, untuk memperbedakan rumah penduduk biasa dengan jaro dan puun hanya terasnya. Suku Baduy  tidak pernah berusaha mengubah atau mengolah keadaan lahannya-misalna ngalelemah taneuh, disaeuran, atawa diratakeun untuk kepentingan bangunan yang akan didirikan di atasnya. Sebaliknya, mereka berusaha memanfaatkan dan menyesuaikan dengan keadaan dan kondisi lahan yang ada. Rumah tinggal suku Baduy Dalam termasuk jenis bangunan knock down dan siap pakai, yang terdiri dari beberapa rangkaian komponen. Selanjutnya, komponen-komponen tersebut dirakit atau dirangkai dengan cara diikat menggunakan tali awi temen ataupun dengan cara dipaseuk. Konstruksi utamanya yang berfungsi untuk menahan beban berat, seperti tiang-tiang, panglari, pananggeuy, danlincar, dipasang dengan cara dipaseuk karena alat paku dilarang digunakan. Justru teknik tersebut bisa memperkuat karena kedua kayu yang disambungkan lebih menyatu, terutama ketika kedua kayunya sudah mengering.


Sedangkan rumah Baduy Luar untuk menahan beban tiang-tiang sudah menggunakan paku,
Lisung (lumbung padi), bahan untuk membuat rumah yaitu pohon kalabise atap nya pohon kirai. Adapun leuit, yang gunanya untuk menaruh padi yang sudah di panen.
bagian rumah :
teras = sosoro tepas
dapur = rumah
kamar =peneng
arit = cerulit
bilik (dinding)
 rarangkit (atap) dan
palupuh (lantai).
Antara ruangan sosoro dan tepastidak terdapat pembatas. Keduanya menyatu membentuk huruf L terbalik atau siku. Rumah tinggal suku Baduy hanya memiliki satu pintu masuk, Sebagian besar pintu tidak dikunci ketika ditinggalkan penghuninya. Akan tetapi, beberapa orang membuat tulak untuk mengunci pintu dengan cara memalangkan dua kayu yang didorong atau ditarik dari samping luar bangunan. bagian inti dari rumah suku Baduy terletak pada ruangan yang disebut imah karena ruang tersebut memiliki fungsi khusus dan penting. Selain berfungsi sebagai dapur (pawon), imah juga berfungsi sebagai ruang tidur kepala keluarga beserta istrinya.

Mereka tidak memiliki tempat tidur khusus, tetapi hanya menggunakan tikar,  Di sekeliling ruangan imah terdapat rak-rak untuk menyimpan peralatan dapur dan tikar untuk tidur.
Obat-obat Tradisional Suku Baduy.

1. Aceh (rambutan)
Khasiat: obat penurun panas
Cara pembuatan: Tumbuk kemudian rendam didalam air dan minum

2. Angsana
Khasiat: Obat sakit gigi
Cara Pembuatan: Getah di oleskan

3. Antawalu (brotawali)
Khasiat: Mengobati cacingan
Cara Pembuatan: Batang dicuci, ditumbuk, tambahkan air dan diminum

4. Anting-anting
Khasiat: mengobati asam urat
Cara Pembuatan: batang dicuci direbus lalu diminum airnya.

5. Antanan (pegagan)
Khasiat: mengobati asam urat
Cara Pembuatan: batang dicuci direbus lalu diminum airnya.

6. Awi Bitung
Khasiat: obat batuk dan tonik rambut

7. Belimbing
Khasiat: mengobati darah tinggi
Cara Pembuatan: di makan seperti biasa

8. Bangban
Khasiat: Obat batuk
Cara Pembuatan: dipotong pohon bangban lalu diminum airnya

9. Berenuk
Khasiat: obat penurun panas
Cara Pembuatan: campur daun berenuk dengan rambutan aceh, daun nangka walanda direbus dan diminum airnya.

10. Beunying
Khasiat: Menyembuhkan luka bacok
Cara Pembuatan: daun diremas remas kemudian ditempelkan ke daerah luka

11. Cangkudu (mengkudu)
Khasiat: Menyembuhkan diare

12. Calincing (belimbing wuluh)
Khasiat: Obat Batuk
Cara Pembuatan: Rebus bunga calincing lalu diminum saat pagi hari

13. Capeu (sembung)
Khasiat: penambah tenaga
Cara Pembuatan: rebus daun capeu lalu di minum

14. Carulang (rumput belulang)
Khasiat: menumbuhkan rambut

15. Dadap (dadap serap)
Khasiat: campak
Cara Pembuatan: cuci bersih daun dadap lalu diremas remas dan tempelkan pada dahi
Khasiat: Panas dalam
Cara Pembuatan: remas daun dadap lalu diseduh dengan air panas dan diminum

16. Gandarusa
Campuran obat kuat bersama langleur gunung

17. Godang (pepaya)
Khasiat: Kencing manis
Cara Pembuatan: buah pepaya ditumbuk lalu direbus dan diminum seperti jamu
Khasiat: Gangguan pendengaran
Cara Pembuatan: tangkai daun pepaya dicuci bersih lalu ujungnya dibakar dan ditempelkan dekat telinga

18. Honje (kecombrang)
Khasiat: cacar
Cara Pembuatan: cuci bersih daun honje lalu direbus dan ambil air rebusan dan gunakan u/ mandi

19. Jambe Pinang
Khasiat: agar rambut kuat & bersih
Cara Pembuatan: batang jambe yang masih muda di kerok lalu dijadikan shampo
Khasiat: obat luka
Cara Pembuatan: pelepah jambe ditambah minyak kelapa lalu ditempelkan pada luka

20. Jambu klutuk (jambu biji)
Khasiat: mencret
Cara Pembuatan: dicucu dan dimakan daunnya.

21. Kareuk
Khasiat: batuk&pilek
Cara Pembuatan: daun dicuci bersih lalu ditumbuk dan letakkan pada kening

22. Kelapa
Khasiat: obat diare
Cara Pembuatan: tumbuk kulit kelapa kasih air dan minum

23. Kembang Teleng
Khasiat: sakit kepala
Cara Pembuatan: bunga kembang teleng diremas lalu teteskan pada mata

24. Keras tulang
Khasiat: menguatkan tulang
Cara Pembuatan: petik daun lalu cuci bersih seduh dengan air panas dan minum seperti teh

25. Kunyit
Campuran u/ org melahirkan

26. Kumis kucing
Campuran untuk orang sehabis melahirkan

27. Kundur (bligo)
Khasiat: menurunkan gula darah
Cara Pembuatan: biji bunga kundur di sanghai lalu ditumbuk halus seperti bubuk kopi dan diseduh diminum 2x sehari

28. Lajagoah (lengkuas)
Khasiat: sakit perut dan kepala
Cara Pembuatan: cuci bersih lengkuas lalu ditumbuk seduh dengan air panas dan minum.

29. Mahoni
Khasiat: obat pegal linu
Cara Pembuatan: biji buah disangrai diseduh dan diminum

30. Nangsi
Khasiat: menyegarkan badan
Cara Pembuatan: daun pohon nangsi direbus lalu minum

31. Penisilin tangkal (pohon zigzag)
Khasiat: borok
Cara Pembuatan: getahnya dioleskan kebagian yang sakit

32. Sariawan peurjit
Khasiat: sariawan usus
Cara Pembuatan: daun dicuci bersih lalu dikunyah atau direbus dan diminum

33. Siwurungan
Khasiat: flu dan sakit kuning
Cara Pembuatan: pucuk dicuci bersih lalu direbus dan diminum atau bisa juga dimakan langsung

34. Pecah beling
Khasiat: panas dalam
Cara Pembuatan: cuci daun lalu rebus dan minum airnya

35. Panglay(bangle)
Untuk mengobati berbagai penyakit dan kesurupan dengan cawa langsung di makan

36. Paku Kapal
Khasiat: luka luka dan patah tulang
Cara Pembuatan: daun paku kapal ditambah daun jahe dan daun cikur lalu dicuci bersih dan ditumbuk dan tempelkan pada luka atau tulang yang patah.

37.Jeruk nipis
Khasiat: nyeri pinggang
Cara Pembuatan: lalapan

38. Jahe
Khasiat: obat batuk dan pemulih tenaga
Cara Pembuatan: jahe ditumbuk lalu campurkan dengan air dan minum

39. Kacapi
Khasiat: pemulih tenaga
Cara Pembuatan: daun & akar kecapi dicampur dengan kulit leme pisitan dan akar kunci lalu digodok dengan air dan diminum.

40. Jakut Wisa
Khasiat: digigt binatang berbisa
Cara Pembuatan: remas daun nya lalu ambil air dan tempel

41. Cikur (kencur)
Khasiat: obat keseleo
Cara Pembuatan: tumbuk sampai keluar air lalu oleskan dan pijat

42. Putri mau
Khasiat: menyembuhkan sariawan
Cara Pembuatan: daun nya diperas lalu ambil airnya dan minum

43. Sirih
Khasiat: mata kotor
Cara Pembuatan: cuci daun lalu rebus dan teteskan pada mata.

Satu hal yang menjadi perbedaan dan terlihat cukup jelas antara baduy luar dan baduy dalam yaitu dari pakain yang digunakan. Orang baduy dalam menggunakan ciri khas kain putih yang diikatkan dikepala sebagai pembeda dengan baduy luar yang menggunakan kain berwarna  hitam biru gelap.
Demikian tuisan ini dibuat, semoga dapat memberikan informasi bagi siapapun yang membaca.

penutup


Kesimpulan
Seperti penjelasan yang diatas mulai dari latar belakang, sistem religi, sistem pengetahuan, sistem social, sistem ekonomi, sistem teknologi, sistem bahasa, dan sistem kesenian diatas tentang suku madura sangatlah beragam, banyaknya kebudayaan yang unik dari sunda sehingga membedakannya dengan kebudayaan dari daerah lain. Meskipun masyarakat sunda tinggal di wilayah geografis yang baik mendukung, dalam keadaan yang seperti itu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya bahkan mereka menjadikan hal ini sabagai survive untuk mereka hadapi.  Walaupun belum banyak masyarakat yang mengetahui tentang keanekaragaman yang dimiliki oleh sunda, suku sunda tetap dapat mempertahankan kebudayaan yang mereka miliki. Orang sunda juga sangat mementingkan harga diri dalam hidup mereka, dan menjungjung tinggi Religiusitas.



Saran

Suku sunda memiliki kebudayaan yang unik dan khasnya tersendiri. Dan mereka juga memiliki potensi sebagai objek pariwisata yang bernilai. Maka diharapkan pemerintah juga ikut membantu dalam perkembangan potensi tersebut di daerah sunda sebagai salah satu kebudayaan yang bernilai tinggi di Indonesia. Namun bukan hanya peran pemerintah saja, peran masyarakatpun juga sangat membantu dalam perkembangan daerah sunda. Pemerintah dan masyarakat dapat bekerja sama dalam memperkenalkan sunda sebagai salah satu objek wisata yang menarik yang ada di Indonesia kepada masyarakat domestik maupun non-domestik. Karena jika banyak pengunjung yang datang ke sunda dapat membantu pemasokan bagi APBD maupun pemerintah khususnya di bidang pariwisata. 



Referensi
      Sumber. Harnojo 1983, Depdikbud 1976/1987,1989
      Sumber. Yajudin 1991, Aksara sunda  
      Sumber. Heryandi 1986, ilmu sosial budaya

ekonomi



Burjo Kuningan - Tradisi Merantau & Wirausaha
PDF
Print
E-mail


Written by Mang Kabayan   
Tuesday, 09 March 2010 04:19
Tradisi merantau dan berwirausaha ikut mengubah wajah pedesaan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Tradisi itu pula yang membawa pemuda Kuningan berhasil menaklukkan kehidupan.Para perantau asal Kuningan dikenal sebagai wiraswasta ulung dan tangguh. Mereka menyebar dan mendirikan usaha kecil-kecilan, tetapi menggurita. Salah satu usaha yang cukup dikenal luas adalah warung bubur kacang hijau alias burjo yang sudah menjadi bagian dari kehidupan warga kota.
Para perantau ini melanjutkan tradisi yang diawali Salim Saca Santana, mantan Lurah Kaliwon Desa Balong, Kecamatan Garawangi Utara, 60 tahun silam. Karena ekonomi desa sulit, Salim berjualan bubur untuk mencukupi kebutuhan hidup.




Dalam buku Mengawetkan Pengalaman: Dinamika Warung Bubur Kacang Hijau Kuningan yang ditulis Sukiman, disebutkan bahwa Salim menyebarluaskan resep membuat burjo kepada warga desanya. Pada 1950, lima pemuda membawa resep itu sebagai bekal merantau. Dari situlah cikal bakal para perantau burjo Kuningan berawal.
Kini, setelah 60 tahun berlalu, jumlah perantau dari daerah ini diperkirakan lebih dari 2.000 orang. Mereka berasal dari 20 desa di Kecamatan Sindangagung dan Garawangi, Kabupaten Kuningan. Mereka menyebar, memasuki nadi perekonomian warga di gang-gang sempit di kota-kota besar, seperti Jakarta, di pelosok desa di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, bahkan hingga ke luar Jawa. Mengutip ungkapan E Supardja (65), juragan burjo dari Desa Mekarmulya, Kecamatan Sindangagung, ”Di mana ada denyut kehidupan manusia, di sanalah perantau burjo ada.”
Jangan dibayangkan mereka datang dan merintis bisnis dengan berbagai keahlian atau modal miliaran rupiah. Perantau ini hanya berbekal tekad dan keterampilan membuat bubur serta rasa persaudaraan.
Aci Sukarji (40) adalah juragan warung burjo dari Babakanreuma, Kecamatan Sindangagung, yang merantau hanya dengan modal dengkul. Ia ikut tetangganya yang lebih dulu punya warung di Jakarta, 15 tahun lalu. Selama merantau, Aci bekerja tiga tahun mengumpulkan modal dan pengalaman. Dari sekadar uang receh Rp 1.000-an yang terkumpul, ditambah hasil pinjam bank Rp 1,5 juta, Aci akhirnya bisa mendapatkan modal untuk mendirikan warung.
”Berbekal kacang hijau, mi instan, dan tetangga sebagai pekerja, akhirnya warung itu jalan,” kata Aci, akhir Februari lalu. Penjual burjo yang bertahun-tahun ”mengukur” jalanan Ibu Kota dengan jalan kaki itu kini sudah sedikit nyaman duduk di belakang Toyota Avanzanya.
Namun, tidak semua perantau yang mengandalkan bisnis burjo selalu berujung manis. Jatuh bangun dalam berusaha selalu ada. Mujahid, juragan burjo lain dari Kertayasa, Kecamatan Sindangagung, pernah gagal membangun bisnis burjo di Yogyakarta. Kini ia bangkit lagi dengan bisnis yang sama di desanya. Baginya, laku atau tidak adalah hal biasa dalam berdagang.
Burjo memang bisnis sederhana. Hasil penjualan dikurangi modal dan gaji karyawan, serta sewa tempat selama setahun, adalah pendapatan bersih para juragan. Di warung burjo Toha di Kota Cirebon, pendapatan karyawan yang bekerja 20 hari berkisar Rp 1,5 juta. Adapun sang juragan bisa mendapatkan Rp 2 juta-Rp 4 juta.
Bekal persaudaraan
Para juragan burjo dari Kuningan selalu memegang teguh persaudaraan. Meski sudah sukses dan kaya, mereka tidak lupa kepada tetangga dan sanak saudara di desa. Aci, misalnya, saat membuka warung baru di Jakarta, awal Januari lalu, mengajak tiga pemuda di desanya bergabung untuk bekerja dan belajar di perantauan.
”Daripada setamat SMA menganggur, lebih baik ikut saya. Gaji mungkin tak banyak, tetapi nantinya bisa belajar berwiraswasta,” ujar bos burjo yang punya tiga warung itu.
Meski sama-sama menjalankan bisnis burjo, bukan persaingan yang muncul di antara para perantau ini. Rasa senasib justru lebih mengemuka.
Ketika sakit, Ero (40), karyawan burjo Toha, dibantu teman seperantauannya. Saat krisis moneter melanda, Supardja, juragan burjo, tak pernah mem-PHK karyawan. Dalam kondisi sulit, ”anak didik”-nya rela bekerja meski gajinya tertunda.
Dari cara seperti itulah para perantau asal Kuningan membangun gurita bisnis yang kokoh dan tahan krisis. Selain mencari rezeki, mereka juga membantu kehidupan teman sekampung.
Hasil bisnis burjo tidak sedikit. Jika satu warung bisa menghasilkan Rp 4 juta per bulan, jumlah total pendapatan 1.000 warung dalam setahun mencapai Rp 48 miliar. Jumlah ini hampir setara pendapatan asli Kabupaten Kuningan.
Para perantau itu pun membawa perubahan besar bagi kampung halaman. Di Desa Kertayasa, jalan aspal sudah bukan lagi hal baru. Parabola atau mobil roda empat menghiasi rumah-rumah para juragan burjo yang kini bergelar haji. Jika 20 tahun lalu lulus SMA saja sudah luar biasa, kini—menurut Lurah Kertayasa Oteng Sutara—sudah biasa bila para pemuda kuliah di luar kota.
Bupati Kuningan Aang Hamid Suganda mengakui, para perantau telah menghidupkan bisnis transportasi dan mengurangi pengangguran. Mereka menggerakkan ekonomi rakyat Kuningan secara keseluruhan.
Tradisi merantau dan berwirausaha inilah yang mengubah wajah kehidupan masyarakat Kuningan. Seperti halnya para penjual jamu dan bakso dari Wonogiri, atau pengusaha warung Tegal dari Jawa Tengah, mereka memilih tidak berpangku tangan. Mereka berdiaspora membentuk kemandirian, mengubah wajah suram tanah asal menjadi sebuah harapan.




Toge Goreng Bogor
PDF
Print
E-mail

Written by Mang Kabayan   
Thursday, 19 November 2009 10:29
Sepiring toge goreng tersaji bersama mi kuning, ketupat potong, plus tahu berbentuk dadu. Lengkap dengan bumbu siramnya. Bau tauco yang khas dari kuah biasanya langsung membersit indra penciuman begitu hidangan datang. Toge, yang hanya direndam dalam air panas sebentar, membuat sayuran ini tidak layu. Rasa manis dan gurihnya pun tak hilang. Begitu digigit, rasa manis dari toge langsung keluar menyelimuti lidah, mengalir hingga ke rongga mulut dan berpadu pas dengan kuah kental toge goreng yang gurih pedas. Enaknya nendang. Agar lebih nikmat, biasanya toge goreng dimakan bersama kerupuk kuning besar yang tersedia di kedai itu.

Bahan:
▪1 bks mie kuning
 
▪2 ons toge
▪1 ptg oncom
 
▪4 bh tahu kuning
▪sejumput kucai
 

Kuah:
▪2 bh tomat potong kecil
▪3 sdk mkn tauco kuning
▪150 gr oncom
▪3 bh daun bawang iris memanjang
▪kecap manis
▪minyak untuk menumis
▪jeruk limo

Bumbu halus:
▪3 bh cabai merah
▪8 btr bwg merah
▪garam - gula secukupnya

Cara membuat kuah:
■panaskan minyak lalu tumis bumbu halus hingga harum.
■masukkan tomat - oncom dan daun bawang aduk hingga tercampur rata.
■tuangi air tambahkan kecap manis dan taoco
■masak hingga matang
 




Perekonomian Jawa Barat pada triwulan I-2012 tumbuh sebesar 6,2% (yoy), melambat dibandingkan dengan periode sebelumnya yang tumbuh 6,60%. Dari sisi permintaan, perlambatan perekonomian terjadi karena perlambatan pertumbuhan semua komponen-komponennya, terutama investasi dan konsumsi rumah tangga. Net ekspor serta pengeluaran pemerintah juga mengalami perlambatan. Namun demikian, ekspor Jawa Barat kembali menunjukkan adanya perbaikan kinerja meski pertumbuhannya masih lebih kecil daripada pertumbuhan impor. Dari sisi penawaran, melambatnya kinerja sektor industri pengolahan menjadi penyebab utama perlambatan ekonomi. Perlambatan konsumsi dalam negeri menyebabkan permintaan terhadap produk manufaktur menjadi berkurang. Di lain pihak, mulai membaiknya kondisi perekonomian negara mitra dagang utama dapat meningkatkan penjualan ekspor produk industri pengolahan sehingga dapat menahan perlambatan. Sementara itu kinerja sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran (PHR) dan sektor pertanian yang merupakan sektor utama Jawa Barat tetap menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi dari triwulan sebelumnya.
Dari sisi harga, inflasi Jawa Barat pada triwulan I-2012 tercatat sebesar 3,33% (yoy) meningkat dari triwulan sebelumnya yang mencapai 3,10%. Kenaikan laju inflasi tersebut terutama disumbangkan oleh peningkatan laju inflasi bahan makanan (volatile foods), khususnya beras dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi fundamental, inflasi relatif terkendali karena respon sisi penawaran yang masih baik. Namun demikian, ekspektasi inflasi konsumen yang memburuk, serta tekanan eksternal menahan penurunan laju inflasi inti. Dari sisi kebijakan (administered price), penetapan HPP (Harga Pembelian Pemerintah) beras dan kebijakan cukai rokok turut mendorong laju inflasi.
Kinerja perbankan Jawa Barat pada periode laporan meningkat dibandingkan periode sebelumnya, sebagaimana tercermin dari rasio Loan-to-Deposit ratio (LDR) yang naik dari 76,91% menjadi 78,29%. Hal ini terutama disebabkan oleh tingginya pertumbuhan penyaluran kredit, yakni 22,06% sehingga menjadi Rp165,91 triliun. Kinerja kredit yang membaik disertai dengan risiko kredit yang terjaga sebagaimana tercermin dalam indikator Non Performing Loans (NPL) yang sebesar 2,67%. Sementara itu, bank umum syariah dan BPR juga menunjukkan kinerja yang membaik dibandingkan triwulan sebelumnya.
Pada triwulan II-2012 perekonomian Jawa Barat diperkirakan akan tumbuh lebih tinggi dibandingkan triwulan ini, yakni pada kisaran 6,2% - 6,6%. Dari sisi permintaan, perekonomian akan ditopang oleh peningkatan konsumsi rumah tangga, ditambah dengan perbaikan kinerja ekspor dan investasi. Sementara di sisi penawaran, kinerja sektor industri pengolahan menjadi pendorong utama peningkatan perekonomian Jawa Barat. Selain itu kinerja sektor pertanian dan sektor PHR diperkirakan mengalami sedikit peningkatan.
Laju inflasi pada triwulan II-2012 diperkirakan akan mengalami peningkatan, dengan kisaran batas atas sasaran inflasi nasional, yakni sebesar 4,5% - 5,5%. Tekanan inflasi bersumber dari meningkatnya inflasi inti serta volatile foods, sementara itu inflasi administered price diperkirakan relatif stabil. Meski demikian, angka perkiraan tersebut dapat mengalami koreksi jika perkembangan harga komoditas strategis di pasar internasional menurun serta ekspektasi masyarakat terhadap kebijakan energi pemerintah mengalami perbaikan.