Tampilkan postingan dengan label jodi akhmad T. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jodi akhmad T. Tampilkan semua postingan

MAKAN BESAR DI WONOSARI


RESTORASI MAKAN BESAR DI WONOSARI.

       Makan besar disini adalah makan yang biasa di makan sehari-hari  yang dikonsumsi oleh masyarakat Wonosari. Menurut observasi di desa wonosari dari narasumber;
narasumber 1
Nama           : Pak Tumiyo (suami Ibu Rupinah)
Umur           : 50 tahun

Narasumber 2
Nama           : Ibu Rupinah (istri Pak Tumiyo)
Umur           : 45 tahun

Dan biasa makan besar terdiri 3 kali yaitu pagi, siang, dan malam. Berikut penjelasannya nya :

1.      Makan pagi

Tiwul
Adalah makanan yang bahan dasar nya dari singkong dan tiwul ini pengganti dari nasi. Biasa singkong ini dikupas lalu di jemur setelah itu ditumbuk dan tahap terakhir dikukus

Teh Jawa
menurut narasumber  teh rasa dan wangi nya berbeda dengan teh-teh pada umum nya. Teh ini mempunyai warna yang berbeda yang warna nya lebih gelap. Dan mempunyai cirri khas tersendiri




2.  Makan Siang

v  Sayur Lombok
     Sayur Lombok mempunyai kemiripan seperti sayur yang berada diJakarta yaitu sayut lodeh karena komposisi yang tidak jauh berbeda dengan sayur lodeh. Hanya berbeda sayuran nya.

v  Urap


v  Nasi merah, Nasi Putih, Atau penggantinnya  Tiwul





3.      Makan Malam

Makan malam ini sebenarnya menu nya itu tidak jauh berbeda dengan makan siang jika lauk makan siang itu masih ada masyarakat desa Gelaran lebih sering menghangatkan nya dan memakan nya kembali sebagai santap makan makan malam.



                                 Foto Bersama Narasumber






NAMA      : JODI AKHMAD TRIAWAN

NIM          : 4423116698

FOKLORE SEBAGIAN LISAN

Nama Kelompok :

Yetty Rismauli S.
Yaumil Akbar
Utami Kusuma P.
Jodi Akhmad T.
Elsa Maria

FOKLORE SEBAGIAN LISAN



GEOGRAFIS
- Banten merupakan sebuah provinsi di sebelah barat Pulau Jawa memiliki moto “ImanTaqwa”. Moto ini mengartikan bahwa seluruh masyarakat Banten adalah orang-orang yang memiliki agama atau kepercayaan yang kuat dan mendominasi hamper seluruh kehidupan mereka. Ibu kota Banten adalah Serang. Hari jadi provinsi Banten adalah 4 Oktober 2000. Titik koordinat wilayah Banten adalah 5° 7' 50" - 7° 1' 11" LS dan 105° 1' 11" - 106° '12" BT.
Untuk saat ini pemerintahan Provinsi banten dipimpin oleh Gubernur Hj. Ratu Atut Chosiyah. Luas wilayah Banten sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2000 adalah 9.160,70 km2, dengan Populasi 10.644.030 jiwa, dan kepadatan 1.161,9/km².
Wilayah laut Banten merupakan salah satu jalur laut potensial selain karena batas daerahnya. Batas daerah Banten sebelah utara adalah Laut Jawa, yang dikenal dengan potensi perikanan yang cukup bagus bagiJawa. Kemudian sebelah Barat berbatasan dengan SelatSunda, yang merupakan salah satu jalur lalu lintas laut yang strategis karena dapat dilalui kapal besar yang menghubungkan Australia dan Selandia Baru dengan kawasan Asia Tenggara misalnya Thailand, Malaysia, dan Singapura. Di sebelah selatan berbatasan dengan Samudera Indonesia, yang berpotensi untuk memperkaya matapencarian penduduknya, dengan berlayar mencari ikanbesar. Dan yang terakhir di sebelah timur, yang berbatasan dengan DKI Jakarta dan Jawa Barat.

EKOLOGI
- Flora
Masyarakat baduy mempunyai tanaman dan tumbuhan dengan berbagai macam manfaat. Salah satu tumbuhan yang bermanfaat digunakan untuk obat. Tanaman obat seperti mahkota dewa, kumis kucing, kunyit, mengkudu, bangle, pisang ambon, pepaya, jambuu biji, sirih, dll.

- Fauna
Masyarakat mempunyai hewan ternak yang mereka pelihara. Di lingkungan mereka terdapat ayam, burung, kucing dan sedikit anjing .Mereka memiliharanya di deket rumahnya seperti burung yang di gantungkan didepan pintu mereka.

TRADISI
- Pernikahan :
Masyarakat Baduy menikah padaumur 20-25 tahun untuk laki-laki dan di atas 16 tahun untuk perempuan. Masyarakat Baduy Dalam dijodohkan satu sama lain, tidak peduli ada hubungan persaudaraan atau hubungan darah. Pernikahan ini memakan waktu kira-kira satu tahun dan melalui tiga tahap, yaitu pihak laki-laki menanyakan kesediaan dari pihak perempuan. Kemudian, apabila si perempuan setuju, si laki-laki akan membawa peralatan dapur yang menyatakan keseriusannya. Terakhir, mereka berdua bias menikah dan pihak laki-laki membawa perhiasan (mahar). Jika ingin mencari perempuan Baduy yang belum menikah, kita bisa melihatnya dari anting berwarna yang dikenakannya.
Maskawin berupa: baju, alat-alat rumah tangga, cincin. Biasanya di adakan acara masak atau biasa disebut dengan kondangan.

- Kelahiran Dan Kehamilan
Sebelum lahir ada acara 7 bulanan ibu yang sedang hamil yaitu Kendit kemudian bayi lahir akan di tolong oleh dukun mereka biasa menyebutnya paraji. Setelah lahir ada acara 7 harian yang di sebut berenan, kemudian cukuran setelah 4 hari dan dilanjutkan 40 harian.
Penamaan untuk anak-anak di Baduy juga cukup menggunakan satu kata saja, misalnya Jamra, Jamir, Kasmin, Armuta, dan lain-lain.

- Kematian
Ketika ada salah satu masyarakat Baduy yang meninggal dunia, apak diadakan acara pada haripertama, ketiga, dan ketujuh (selamakam). Proses pemakaman berlangsung singkat. Orang yang meninggal akan dimandikan di tempat pemandian setinggi dada , kemudian dibungkus kain putih, lalu dikubur dengan kepala menghadap kebarat biasanya di tempat khusus atau berdekatan disebelah kali. Pada hari ketiga, akan diadakan selametan. Pada hari ketujuh, kuburan tetap dirawat.

SOSIAL
- Masyarakat mempunyai upacara pesta panen dan upacara menanam padi dilakukan dengan diiringi angklung buhun sebagai penghormatan kepada dewi sri lambing kemakmuran. Upacara Seba adalah suatu pengabdian kepada seseorang yang berkedudukan tinggi dengan disertai penyerahan suatu yang baik. Adapun penyerahan itu ditujukan kepada arwah-arwah lelehur, yaitu arwah Prabu Siliwangi dan Kian Santang, karena kedua tokoh tersebut mempunyai ilmu dan kesaktian yang tinggi, maka benda-benda peninggalannya merupakan benda pusaka yang mempunyai kekuatan gaib yang bertuah. Namun Seba tahun ini masyarakat Baduy dating ke Pendopo Kabupaten Lebak membawa berbagai hasil bumi seperti pisang, padi, buah-buahan serta tanaman lainnya untuk dipersembahkan kepada Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya.

AGAMA
- Upacara Kawaluya itu upacara yang dilakukan dalam rangka menyambut bulan kawalu yang dianggap suci dimana pada bulan kawalu masyarakat baduy melaksanakan ibadah puasa selama 3 bulan yaitu bulan Kasa,Karo, dan Katiga. Pada hari terakhir kawalu masyarakat baduy luar akan kebaduy dalam untuk mengginap dan biasanya diwakili 1 orang 1 rumah.

- Upacara ngalaksa yaitu upacara besar yang dilakukan sebagian ucapan syukur atas terlewatinya bulan-bulan kawalu, setelah melaksanakan puasa selama 3 bulan. Ngalaksa atau yang sering disebutlebaran.

Sistem Bahasa


Bab VII Sistem bahasa

Aksara Tionghoa
(Mandarin: pinyin: Hànzì) adalah bentuk-bentuk tertulis bahasa Tionghoa, dan dalam jumlah yang lebih kecil; bahasa Jepang danbahasa Korea (hanya di Korea Selatan). Aksara Tionghoa telah menghilang dari bahasa Vietnam — di saat mereka digunakan hingga abad ke-20 — dan Korea Utara, di saat mereka telah digantikan sepenuhnya oleh Hangul.
Aksara Tionghoa disebut hànzì dalam bahasa Mandarin, kanji dalam bahasa Jepang, hanja atau hanmun dalam bahasa Korea, dan Hán tự (juga digunakan dalam tulisan chu nom) dalam bahasa Vietnam.
Peribahasa Tionghoa
dalam bahasa asalnya disebut sebagai chengyu Hanzi, mempunyai sejarah sangat tua seiring dengan sejarah peradaban Cina dan perkembangan bahasa Tionghoa. Peribahasa Tionghoa biasanya terbentuk dari 4 karakter yang membentuk satu kesatuan peribahasa. Keempat karakter ini punya struktur tertentu yang tidak boleh diubah-ubah untuk tidak menimbulkan kerancuan.
Rata-rata peribahasa Tionghoa mempunyai asal-usul cerita yang menarik, bisa dari mitologi atau acuan sejarah faktual, bisa pula muncul dari hasil karya sastra dari berbagai dinasti dalam sejarah Cina.
Dalam halaman peribahasa Tionghoa ini, peribahasa akan ditampilkan dalam hanyu pinyin bersama lafal nada dan diurut menurut karakter latin awal kata pertama dari peribahasa tersebut. Kemudian di belakang akan ditampilkan pula karakter Han dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia.
Sastra Jawa-Tionghoa
adalah karya sastra dalam bahasa Jawa yang ditulis oleh orang Tionghoa di daerah Jawa. Karya-karya sastra ini terutama menyangkut cerita-cerita dari Tiongkok yang dialihbahasakan atau digubah ulang dalam bahasa Jawa. Selain itu ada pula karya-karya asli dalam bahasa Jawa yang mengenai hal-hal yang berhubungan dengan komunitas Tionghoa di Jawa.
Karya sastra Jawa yang ditulis oleh orang Jawa mengenai orang Tionghoa tidaklah termasuk sastra Jawa-Tionghoa. Karya-karya ini antara lain adalah Babad Bangun Tapa (atau Babad Nonah Kuwi) dan Babad Geger Pacinan
Bahasa Tionghoa tertulis
menggunakan aksara-aksara Han ( pinyin: hànzì), yang dinamakan dari kebudayaan Han yang merupakan sumber dari bahasa ini. Huruf Tionghoa sepertinya berasal dari dinasti Shang sebagai piktogram yang menggambarkan benda nyata. Contoh-contoh pertama dari huruf Tionghoa adalah tulisan/gambaran pada tulang ramalan (oracle bones), yang kadang-kadang berupa dombascapula tetapi seringkali berupa kura-kura plastron yang digunakan untuk meramal. Dalam periode zaman dinasti Zhou dan Han, huruf-huruf ini berubah menjadi lebih bergaya. Selain itu, terdapat juga komponen-komponen tambahan yang ditambahkan sehingga banyak karakter huruf memiliki satu elemen yang memberikan tanda (atau dulunya memberikan tanda) untuk pengejaan, dan sebuah komponen lain (yang disebut "radikal") memberikan tanda untuk kategori artian umum yang menunjukkan arti dari kata tersebut. Di dalam bahasa Tionghoa modern, mayoritas huruf-huruf berbasis fonetik (bunyi) dan bukan berbasis logografik (gambaran). Sebagai sebuah contoh, karakter huruf àn yang berarti "mendorong ke bawah", mengandung an (damai), yang berfungsi sebagai komponen fonetik dari kata tersebut, dan shǒu (tangan), yang menandakan bahwa itu merupakan suatu pekerjaan yang pada umumnya menggunakan tangan.
Bahasa Tionghoa lisan
(Hanzi sederhana:  Hanzi tradisional: ) terdiri atas berbagai macam varietas, yang utama adalah bahasa Mandarin, Wu, Kanton, dan Min. Bahasa-bahasa ini untuk alasan-alasan sosiologis dan politis biasanya dikelompokkan menjadi satu kelompok bahasa Tionghoa.
Istilah dialek yang digunakan sebagai padanan kata fangyan kiranya tidak cukup untuk menggambarkan keperbedaan antarafangyan-fangyan (bahasa Tionghoa: arti harfiah bahasa daerah)yang ada. Sama seperti dialek-dialek di Indonesia yang kadang-kadang penggunanya tidak saling memahami satu dengan yang lain, bahkan lebih lagi, demikianlah "varietas" bahasa Tionghoa lisan tidak dapat dipahami antara seorang penutur dengan penutur varietas/dialek yang berbeda.
Kebanyakan pakar bahasa menganggap semua varian bahasa Tionghoa sebagai bagian dari rumpun bahasa Sino-Tibet dan mereka percaya bahwa dahulu kala pernah ada sebuah bahasa proto yang mirip situasinya dengan bahasa proto Indo-Eropa di mana semua bahasa-bahasa Tionghoa, Tibet dan Myanmar adalah bahasa turunannya. Relasi antara bahasa Tionghoa, di satu sisi dengan bahasa Sino-Tibet lainnya masih belum begitu jelas berbeda dengan bahasa-bahasa Indo-Eropa. Para pakar masih secara aktif merekonstruksi bahasa proto Sino-Tibet. Kesulitan utamanya ialah bahwa meskipun banyak sekali dokumentasi di mana kita bisa merekonstruksi bunyi-bunyi bahasa Tionghoa kuna, tidak ada dokumentasi mengenai sejarah perkembangan dari bahasa proto Sino-Tibet menjadi bahasa-bahasa Tionghoa. Selain itu banyak bahasa yang bisa membantu kita merekonstruksi bahasa proto Sino-Tibet, kurang didokumentasikan dan masih belum dikenal dengan baik.

Daftar kata serapan dari bahasa Tionghoa dalam bahasa Indonesia
Kata-kata ini terutama berhubungan dengan dapur dan makanan. Pengaruhnya terutama sangat terasa di pulau Jawa, di mana penduduk pulau ini sekarang tidak bisa lagi makan dan minum tanpa teh, tahu, kecap, bakmi, bakso, soto dan sate. Kemudian kata-kata lain adalah yang spesifik berhubungan dengan budaya Tionghoa, misalkan Imlek, hongshui, shio dan sebagainya. Namun dalam bahasa Melayu dialek Betawi yang dipertuturkan di daerah Jakarta dan sekitarnya, kata ganti pertama (gua) dan kedua (lu) berasal dari sebuah bahasa Tionghoa. Selain itu dalam menyebut kata-kata bilangan, yang tidak dimuat di daftar ini, juga banyak dipakai kata-kata Tionghoa. Bahkan kota yang berada di barat Jakarta, kota Tangerang didirikan oleh orang Tionghoa dan nama ini berasal dari sebuah bahasa Tionghoa.
A
·         amah (阿嫲)
·         amoy (阿妹)
·         angkin
·         angkong
·         anglo (洪爐)
·         anglong
·         angpao (紅包)
·         angsiau (紅燒)
·         ang (紅)
B
·         bacang (粽子)
·         bak (tinta) (墨)
·         bakiak(木屐)
·         bakmi (肉麵)
·         bakpau (肉包)
·         bakpia (肉餅)
·         bakso
·         bakwan (肉丸)
·         babah
·         banji
·         barongsai
·         batau
·         beca(becia kereta kuda atau tidak makan kalau tidak menarik beca/tidak mencari uang )
·         bihun (mihun) (米粉)
·         bolui(沒錢)
·         bongmeh
·         bopo
·         bongpai (墳碑)
C
·         cabo (女人)
·         cah (炒)
·         caisim
·         cakwe (炸粿/炸鬼)
·         cangantu
·         cangbok
·         cangklong
·         cap cai (雜碎): tumis sayuran
·         Cap Go Meh (十五暝; pinyin: shí wǔ wěi): perayaan 15 hari setelah tahun baru Imlek
·         capjiki
·         cawan (茶碗 cháwǎn - cangkir)
·         cha sio (sederhana: 叉烧; tradisional 叉燒; pinyin chāshāo): sejenis babi panggang
·         cat
·         cece (坐坐)
·         ceki
·         cia (吃)
·         cialat
·         ciami
·         ciaciu, undangan perjamuan ala Cina
·         cici (姐姐)
·         Cina (支那)
·         cincai (隨便)
·         cincau (仙草)
·         cincu (珍珠)
·         cingantu
·         cingbok
·         cingcai (隨便)
·         cingge
·         cintong
·         ciu (酒)
·         cocang
·         compoh
·         cuankie, jenis makanan yang terdiri dari tahu putih/coklat, siomay, dan baso dimakan dengan kuah yang rasanya mirip dengan kuah Baso Malang.
·         cui (水)
·         cuki
·         cukeng
·         cukong (主公)
·         cun (寸)
D
Contoh sebuah dacing.
·         dacing - timbangan (称)
·         dim sum (tradisional: 點心, sederhana: 点心 hanyu pinyin: dianxin) - sejenis makanan kecil
E
·         encang (阿丈)
·         encing
·         engkoh (阿哥)
·         engkong (阿公)
F
·         fu yung hai (芙蓉蛋)
G
·         gin coa
·         gincu (胭脂)
·         ginkang
·         giok
·         giwang (耳環)
·         gua 我 Hokkien ‘goa’ Saya / aku
·         guci
H
·         haisom - teripang
·         hengkang
·         hiansay
·         hio (香)
·         hisit - sirip ikan hiu
·         hoakiau (華僑)
·         hoana (土人)
·         hoki (福氣)
·         honghouw
·         hongsui atau fengshui (風水) - ilmu keharmonisan Tionghoa
·         hopeng (好朋)
·         hunkue (粉粿)
·         hwahwee
·         hwee
I
·         Imlek (陰曆)
J
·         jalangkung
·         jamu(草藥)
·         jintan
·         jitu
·         jok
·         juhi - cumi kering
K
·         kamsia (感謝 ganxie)
·         kecap (茄汁 atau 鮭汁) - sejenis penyedap makanan
·         kecoa
·         keluyuk kolobak (咕咾肉)
·         kepang - ikatan rambut
·         kiejin
·         kimlo
·         kiu-kiu - sejenis permainan domino
·         klenteng
·         koa
·         koi (鯉)
·         koko (哥哥 gege)
·         Kong Hu Cu (孔夫子 Kongfuzi)
·         kongcu (孔子 Kongzi)
·         kongkalikong (串謀)
·         kongko (講座 jiang zuo)
·         kongsi (公司 gongsi)
·         koyo
·         ku
·         kuaci (瓜籽 gua zi)
·         kuah (湯)
·         kucai - sejenis sayuran
·         kue (糕 gao)
·         kung fu (功夫 gongfu) - seni bela diri
·         kuntau
·         kuntung
·         kuli (苦力)苦 Khu (pahit) dan 力 li (energi)
·         kwetiauw (粿條)
L
·         lakcang - sejenis sosis
·         lang (人)
·         langseng - mengukus,menanak
·         leci (荔枝)
·         lengkeng
·         lihai (厲害)
·         liong (龍)
·         loak
·         lobak
·         loteng 楼 / 层 = lou / Ceng - [atas] lantai / tingkat)
·         lonceng
·         lonte
·         lu 你 ‘lu / li’ kamu
·         lumpia (润 饼 (Hokkian = lun-pia ⁿ) - springroll)
M
·         maciok, mahyong (麻雀 / 麻將)
·         mangkok (碗鍋)
·         mie (面> 面 Hokkien mI - mie​​)
·         mihun (bihun) (米粉)
·         misoa (麵線)
·         moksai
·         mua
·         mak (媽)
N
·         ncik (姐)
O
·         oto (kata)
P
·         pakau
·         pakpui
·         pangseng
·         pangsi
·         pangsit (扁食)
·         pangkeng (房間)
·         pia (餅)
·         Pisau (匕首 bǐshǒu - pisau)
·         pong - sejenis tahu
·         popia
·         potehi - boneka wayang Tionghoa
·         putau - sejenis minuman anggur
S
·         samcam (三層)
·         sampan (舢舨)
·         sate (三疊)
·         sentiong - kuburan
·         shio (肖)
·         sinci
·         sincia (新假 xīnjià kemungkinan berasal dari 新年假期 xīnnián jiàqí - liburan tahun baru)
·         singkek
·         singkong
·         sinse (診師) - ahli pengobatan dengan ilmu pengobatan dari negeri Cina
·         siomai (燒賣)
·         soja
·         sohun (細粉)
·         sopia
·         soto
·         suhu - instruktur
·         sumpit
·         swike (水雞) - makanan dari daging katak
·         swipoa (sederhana 算盘; tradisional: 算盤; Pinyin: suànpán) - alat hitung, juga disebut sebagai abakus.
T

Karakter bahasa Tionghoa
·         tacik (大姐)
·         tahu (bahasa Hokkian (tauhu) (Hanzi: 豆腐, hanyu pinyin: doufu) - sejenis makanan yang dibuat dari kedelai
·         tai chi
·         taifun - angin ribut
·         taiko
·         taipak
·         taipan
·         Tangerang
·         tangsi
·         taoci
·         tauco (豆醬)
·         taucang
·         taufan
·         tauge (豆芽)
·         tauke (頭家)
·         teh (茶)
·         teko (茶壶> 茶壶 = cháhú [Mandarin ], Teh-ko [Hokkian] = poci)
·         tekong - kapten kapal
·         tim - sejenis nasi bubur
·         timlo
·         Tionghoa (中華)
·         Tiongkok (中國)
·         toapekong
·         toko
·         tongkang
·         toya - tongkat untuk permainan silat
·         tukang (土工)
W
·         waitangkung - sejenis senam
·         wangkang (艋舺)
·         wotie
·         wushu
Y
·         yin yang (陰陽)